This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 06 November 2013

"Sudah Langsing Tapi Gemuk Lagi Saat Diet OCD? Ini Kesalahan Anda"

Obsessive Corbuzier's Diet (OCD) merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan yang bisa diterapkan para wanita saat ini. Diet dengan metode puasa tersebut diperkenalkan oleh mentalist Deddy Corbuzier. Umumnya, wanita sering gagal diet karena tidak konsisten dengan program yang sedang dijalaninya.

Deddy menuturkan, banyak wanita yang gagal diet karena terpaksa menjalani program tersebut demi mendapatkan berat badan ideal. Sayangnya, hanya beberapa wanita yang bertahan, selebihnya tidak bisa menahan nafsu makannya. "Yang membuat Anda gagal adalah Anda harus makan makanan yang tidak ada rasanya. Anda mencoba diet setelah sebulan cuma turun sekilo lalu Anda berhenti. Dengan OCD sebulan minimal 5 sampai 6 kg sebulan hilang. Bahkan seminggu bisa 4 kg hilang, langsung efeknya," ujar Deddy kepada wolipop di Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013).

OCD dilakukan dengan metode puasa 16 jam, 18 jam, 20 jam, hingga akhirnya sehari cuma satu kali. Puasa yang dilakukan tidak akan memberatkan Anda dan langsung mendapatkan hasilnya. Pria 36 tahun itu menyarankan agar menjalani diet OCD sama dengan puasa Ramadan, hanya saja saat puasa diet ini, Anda masih diizinkan untuk minum air putih agar tidak dehidrasi.

Selain itu, Deddy juga menyarankan Anda untuk fokus dengan diet yang sedang dijalani. Pikirkan bahwa Anda sedang menjalani diet OCD dan seminggu berat badan akan turun. Lakukan itu setiap hari sampai terbiasa. Semua tergantung bagaimana Anda berpikir.

"Kalau Anda mau melakukan ini dan mind set Anda mau melakukan ini Anda akan beradaptasi. Beda dengan mau cari makanan ternyata nggak ada makanan. Otak Anda memerintahkan harus makan tapi nggak ada makanan, stres. Kalau otak Anda mengatakan, saya nggak boleh makan, jadi beda," ujar pembawa acara Hitam-Putih di Trans7 itu.

Deddy menambahkan, menjalani OCD lebih mudah dibanding jenis diet lainnya. Umumnya, para pelaku diet OCD bisa beradaptasi setelah tiga hari melakukannya. Setelah itu, Anda tidak akan mencari-cari makanan seperti biasanya sebelum melakukan OCD. "Hal itu terjadi karena liposis, lemak Anda dibakar sedemikian rupa, liver Anda mengeluarkan semua lemak Anda, jadi Anda kenyang," tutupnya.

"Diet OCD juga tidak disarankan bagi anak kecil, wanita hamil dan lansia. Mengapa?"

awabannya kearena anak kecil, wanita hamil dan lansia membutuhkan asupan nutrisi yang kontinu dan tidak bisa ditunda. Deddy sepakat tidak menganjurkan. "Tidak cocok untuk lansia, ibu hamil dan anak kecil karena nutrisinya harus kontinu dan nggak bisa ditunda," ucap Hardin. Deddy juga menambahkan, "Kalau lagi hamil mah jangan." Jadi bagi anak kecil, lansia dan wanita hamil, sebaiknya anda jangan melakukan diet OCD dulu hehe.

Jadi kesimpulannya karena alasan yang sudah dijelaskan diatas, bahwa Obsessive Combuzier Diet tidak disarankan bagi orang yang berbadan kurus, anak kecil, wanita hamil dan juga orang yang sudah lanjut usia.

"OCD Bagaimana menurut pendapat ahli"

Sementara menurut pakar gizi dan nutrisi Prof. Dr. Ir Hardinsyah, MS berpendapat lain. Menurutnya OCD baik diterapkan pada orang gemuk atau kelebihan lemak dan ingin membentuk otot, juga memiliki bentuk tubuh apel. Namun untuk bentuk tubuh selain itu (bentuk tubuh pisang dan pir), Diet Corbuzier tidak disarankan.

Deddy juga menambahkan "Kalau bentuk pisang (kurus), dia sudah kurus dan sulit gemuk. Ngapain lagi dia (OCD)? Bisa bahaya. Karena orang kurus butuh banyak energi," ujar pria yang biasa disapa Hardin ini, ketika berbincang dengan wolipop pada Rabu (27/08/2013) di Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan. Alasannya karena orang bertubuh kurus biasanya memiliki lemak yang sedikit atau kurang dari yang dibutuhkan. Apabila mereka menjalankan diet ini maka lemak akan dipangkas lagi dengan OCD, maka kemungkinan mengalami gangguan kesehatan lebih besar.

Deddy juga menambahkan "Kalau lemak tubuh sedikit, mens bisa terganggu. Saat masih remaja misalnya, mensnya bisa tertunda. Lalu menjelang menopause hormonnya bisa terganggu dan bisa juga sulit hamil,". Tapi Deddy tetap berpendapat bahwa OCD aman untuk dijalani orang bertubuh kurus. Asalkan ia melakukan pola makan yang benar. "Kalau Anda mulainya sudah kurus dengan pola ini jelas asupan makanan harus benar ya. Misalnya habis puasa makannya lontong doang satu ya tambah kurus," kata Deddy.

Jadi kesimpulannya, bahwa diet OCD memang tidak disarankan untuk anda yang berbadan kurus. Nah, untuk anda yang berbadan kurus justru sebaliknya anda memang harus bisa menambah berat badan, agar badan anda menjadi terlihat ideal, tentunya dengan menjalani pola hidup yang sehat. Untuk anda yang igin tahu cara ampuh menaikan berat badan silahkan baca artikel sebelumnya tentang 9 Cara Efektif Menambah Berat Badan Secara Cepat dan Aman!.

"Manfaat Kesehatan Puasa Berselang (Intermittent Fasting/OCD)"

Pembuat metode ini juga menyatakan bahwa selain dapat menurunkan berat badan, metode ini dapat bermanfaat juga untuk meningkatkan usia hidup, meningkatkan fungsi otak dan melindungi terhadap penyakit Alzheimer serta melindungi terhadap penyakit kanker, diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat mendukung pernyataan ini sehingga manfaat-manfaat tersebut belum dapat ditegaskan secara pasti.
Metode yang digunakan pun belum didukung penelitian yang baik untuk menentukan metode yang paling tepat dan paling baik. Selain itu belum ada penelitian yang meneliti mengenai efek samping apa saja (seperti: sulit tidur, napas berbau, kekurangan cairan, rasa gelisah, mengantuk di siang hari, dll) yang dapat terjadi dengan melakukan metode Puasa Berselang ini (Intermittent Fasting/OCD).
Bagi Anda yang ingin melakukan metode ini, sebaiknya kunjungi dokter terlebih dahulu untuk pemeriksaan fisik menyeluruh guna mengetahui kondisi fisik dan psikis Anda.
Terlepas dari berbagai metode diet yang ada saat ini, hidup sehat sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, yaitu:
  1. Makan makanan dengan bergizi seimbang karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral.
  2. Makan setidaknya 5 porsi buah dan sayuran dalam sehari.
  3. Hindari rokok dan alkohol serta minuman bersoda lainnya
  4. Hindari stres
  5. Tidur cukup 7-8 jam/hari
  6. Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama 30 menit.

"Inilah Dampak Negatif Diet Metode `Puasa Berselang`"

Jika di luar negeri masyarakatnya tengah asyik melakukan Intemittent Fasting (IF) atau puasa berselang, di Indonesia, sebagian masyarakatnya tengah menggandrungi diet baru yang gencar dikerjakan mentalist ternama Deddy Corbuzier, Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Dua metode ini mirip. Bila Anda ingin mencoba IF, ketahui dulu positif dan negatifnya.

Anda yang tertarik melakukan diet IF, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, terutama para wanita:
Seperti dilansir Charles Poliquin, Sabtu (24/8/2013), ada beberapa dampak negatif untuk para wanita, yang disebabkan akibat melakukan diet IF.

1. Obsesi atas makanan

Seperti yang diketahui, IF menggunakan program jendela makan untuk lebih mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Bila belum waktunya untuk 'berbuka', maka pelaku dilarang untuk makan, hanya boleh minum dengan catatan tidak berkalori.
Tahukah Anda, karena efek seperti ini cenderung membuat wanita terserang rasa panik, dan cemas. Kebanyakan wanita akan terus memantau jam, dengan harapan dapat makan apa yang diinginkannya. Karena jika terlambat, bisa saja waktunya tersebut masuk kembali wanita tersebut diharuskan untuk berpuasa.
2. Sulit tidur (insomnia)
Insomnia ini memang sering menimpa kaum wanita, karena membangkitkan aktivitasi pada neuron hypocretin yang terjaga.
3. Menstruasi yang tidak teratur
Dalam situs itu disebutkan, IF dapat menjadi malapetaka bagi kebanyakan wanita dalam berbagai bentuk terutama dalam hal hormonal. Terjadinya jerawat, gangguan metabolik, obsesi atas citra tubuh, dan ketidakteraturan menstruasi.

4. Mematikan ovarium

Seiring waktu berjalan, IF ternyata dapat mematikan ovarium pada wanita, dan membuatnya tetap sadar di malam hari, yang mungkin ini merupakan respons penyesuaian, sehingga membuat wanita tersebut lebih mungkin untuk berburu makanan, agar membuatnya tetap hidup.
Bisa jadi gejala ini berbeda antara satu orang dengan yang lain. Jadi, ada baiknya sebelum kamu memutuskan untuk melakukan diet yang serupa dengan metode IF, ada baiknya untuk melihat dampak negatif yang akan diterima. Bagaimana dengan OCD? Kita belum tahu.